OPEN MINDED
Betapa seringnya mendengar kata Open Minded dari banyak orang yang berkeliaran di dunia nyata maupun dunia maya. Semakin kesini, sepertinya open minded sudah menjadi kata yang sering kita temui setiap bertemu orang dan membuka internet. Nonton youtube, “Open minded itu penting guys”, Nonton TV, “Intinya kita harus open minded”, Scroll instagram, “Lo tu harus open minded!”, ngobrol sama orang, “Dia mah orangnya open minded”.
Bagian I
Aku disini akan sedikit membahas kasus yang kita semua tahu sedang ramai belakangan ini. Kaum LGBT dihujat habis-habisan oleh orang yang merasa bahwa itu merupakan hal yang tidak pantas. Namun, ada salah satu perusahaan besar ternama berinisial U yang sangat mendukung kaum LGBT. Setelah orang-orang mengetahui hal tersebut, tentunya banyak yang tidak terima dan menyerang akun milik perusahaan ini :
“Gue gakmau lagi pake produk ini seumur hidup”
“KAGET! Kenapa sih harus dukung?!”
“Sesungguhnya...............”
“Semoga kita dijauhkan dari........ amin..”
“Jadi open minded tuh harus dukung lgbt dulu maksud lo?”
“Udah jelas jelas di agama dijelaskan bahwa itu haram” (setelah itu mengeluarkan kata-kata yang nggak lulus sensor) ohh, jadi kalau mengucapkan kata yang buruk berarti halal gitu maksudnya? Kan enggak.
Jujur saja, aku tidak mendukung kaum LGBT dan sangat tidak setuju dengan konsep LGBT. Namun, walaupun kita nggak mendukung, nggak sepantasnya kita menghujat, menghina, dan melakukan kekerasan kepada mereka. Bagaimanapun juga, mereka masih manusia. Tidak ada gunanya bagi kita untuk melontarkan ujaran kebencian dan merasa paling benar. Ini bukan soal seberapa besar kita mendukung mereka, namun bagaimana kita dapat menghargai pilihan dan keputusan mereka.
Bagian II
Beberapa hari lalu, kita digemparkan juga oleh berita yang menimpa salah satu konten kreator yang awal mulanya dari satu sosial media lalu menyebar ke sosial media lain. Disini aku nggak akan membahas tentang masalah dari konten kreator tersebut, namun aku akan lebih membahas bagaimana pandangan dari khalayak ramai. Kaum yang 'merasa' open minded langsung melahap berita itu dengan mentah-mentah tanpa melihat dari sudut pandang yang berbeda. Dalam kolom komentar konten kreator tersebut mulai muncul kubu A dan B. Ada yang membela, ada juga yang menghujat. Lover dan hater ini saling mencaci antar satu sama lain untuk mempertahankan pendapatnya, dan mereka mulai mengungkit kata open minded.
“Lo tu jadi orang nggak open minded banget si!”
“Boss, lu yang terlalu sempit. Open minded nggak gitu kali”
Setelah baca komentar-komentar tersebut, aku rasa masih banyak orang yang menjadikan open minded sebagai kedok saja, seolah-olah pihak yang nggak sependapat dengan mereka adalah orang yang nggak open minded. Atau, memang sengaja mengeluarkan kata open minded agar lebih terlihat keren. Masih banyak sekali orang yang salah kaprah mengartikan open minded ini sendiri, beranggapan kalau open minded itu harus edgy, berpendapat pakai 2 bahasa (Indo dan English), sampai nentang ajaran agamanya sendiri. Dari situ saja sebenarnya sudah tidak masuk akal. Lalu, apa arti Open Minded yang sebenarnya?
Bagian III
Sosok Panutan
Sebelum menjawab pertanyaan di bagian II, Izinkan aku bercerita sedikit. Aku sangat suka menonton sekaligus mengamati sosok Alpha Girl, entah dari bagaimana mereka berbicara, bagaimana mereka berpikir, serta bagaimana cara mereka memandang serta memperlakukan oranglain. Namun, hal yang paling mengambil perhatianku adalah bagaimana sosok Alpha Girl ini berpikir. Karena saking penasarannya aku, dan ternyata beberapa dari mereka punya buku, nggak tanggung-tanggung, rasanya ingin sekaligus menyelami pikiran Alpha Girl lebih dalam. Nggak perlu ditanya, yang pasti alpha girl adalah sosok wanita yang cerdas dan berpikir secara rasional dalam menyelesaikan suatu masalah. Mereka tahu apa yang mereka mau tanpa bergantung pada oranglain. Selama memilih pasangan, mereka juga harus tahu mana yang bisa bertanggung jawab, bukan karena semata-mata untuk mengejar status saja. Disaat banyak perempuan sibuk bergosip dan insecure dengan pencapaian oranglain, mereka sibuk untuk mengeksplor apa yang ada di diri mereka dan fokus terhadap diri mereka sendiri karena sangat mengutamakan kualitas hidup. Dalam 'berpetualang', Alpha Girl selalu melihat dunia dari berbagai sudut pandang, jadi tidak semudah itu untuk menyimpulkan sesuatu hanya dari 1 sudut pandang saja. Bertukar pendapat dengan oranglain adalah hal yang disukai oleh Alpha Girl.
Mungkin, akan muncul pertanyaan : Jadi, apa sih Alpha Girl itu? Terus, hubungannya sama open minded apa? Alpha girl merupakan sosok perempuan pekerja keras, berani, berprestasi, inspiratif, serta dapat menciptakan pengaruh besar untuk oranglain. (Nyontek sedikit dari buku The Alpha Girl’s Guide) hehe.
Alpha Girl di Indonesia jumlahnya banyak, dan dipastikan mereka adalah wanita yang berpikiran terbuka. Maka dari itu, aku menyantumkan sosok tersebut sebagai contoh. Kalau penasaran dengan Alpha Girl, aku sarankan untuk membaca buku atau searching di internet karena aku belum akan membahas lebih dalam soal Alpha Girl.
“Ohh berarti kalo open minded itu sudah pasti Alpha Girl gitu ya fir?” Nggak semua yang open minded itu Alpha, namun yang Alpha pasti memiliki pikiran terbuka. Disini aku hanya memberikan contoh saja.
“Berarti kalo pinter udah pasti open minded dong?” Definisi pintar itu beragam. Kalau pintar mengerjakan hal Z, tapi tidak pernah bisa menerima perubahan, apakah itu bisa dikatakan open minded? Kan enggak.
Hal yang telah aku bahas diatas sepertinya sudah cukup jelas untuk menjawab pertanyaan seputar open minded.
Pada intinya, Open Minded termasuk salah satu modal yang diperlukan untuk berpikir secara kritis dan rasional. Dimana kita dapat menanggapi masalah dengan melihat dari berbagai sudut pandang, terbuka dengan hal baru, dapat menghargai oranglain, tahu bahwa kita benar dan sadar bahwa kita salah, That’s what open minded is.
Komentar
Posting Komentar