WHY DO SO MANY PEOPLE FOLLOW THE TRENDS?

Judul dari tulisan ini merupakan salah satu pertanyaan yang selalu berputar di kepalaku semenjak hidup di dunia digital. Makin kesini, banyak sekali trend yang bermunculan dan tentunya makin beragam. Munculnya banyak trend yang diikuti oleh sekian juta orang itulah yang membuat aku selalu bertanya, kenapa sih banyak orang yang suka? kenapa ya banyak orang yang terpengaruh? kok bisa sih impactnya sebesar itu? Aku pun pernah membuat hipotesa, hal itu bisa terjadi karena manusia cenderung berpikir kalau hal yang dilakukan oleh kelompok mayoritas adalah something true, fun, dan profitable. Dengan adanya dasar tersebut tentunya akan mempengaruhi seseorang dalam mengambil suatu keputusan about what to do, what to think, and what to say. Lalu, pertanyaan lagi, apakah itu benar? jikalau benar, hal itu sebenarnya bagus atau enggak sih? Sebelum menjawab itu, izinkan aku untuk bercerita dan curhat sedikit.


Jujur, aku cukup malas kalau disuruh untuk mengikuti trend yang sedang ramai kecuali kalau itu memang bermanfaat buat aku. Dulu aku sering membuat konten di salahsatu sosial media. Tapi, jumlah viewers, like, dan komentarnya sedikit. Karena apa?

1. Kontenku kurang menarik untuk ditonton khalayak. 

2. Terlalu idealis karena bikin konten cuma sesuai dengan apa yang aku suka.

3.  Jarang banget ngikutin trend yang pernah ada. 

Karena hal tersebut, tentunya mempengaruhi tingkat semangatku dalam membuat konten karena merasa belum mendapatkan feedback yang bagus. Awalnya sedih because I feel like I've shown what I can do but in the end it doesn't live up to my expectations-- But there's one time I asked myself, memangnya apa sih yang aku kejar? Popularity? A lot of friends? Money? No way, that's not my main goals.

Lambat laun aku belajar bahwa tidak semua hal dapat dibayangkan dan berjalan dengan mudah, tidak semua hal harus sesuai dengan ekspektasi yang kita ciptakan sendiri. Aku sadar bahwa hal yang paling terpenting adalah dimana aku dapat berekspresi sesuai passionku, aku enjoy melakukannya, dan dapat menghibur serta memberikan manfaat kepada orang yang menonton. I may not be liked, but I know I'm loved. Kalau hasilnya nggak sesuai selera pasar, ya maybe it's not my time. After all, growing in the process is more important than the result. It’s so because process is something that we do and that’s something which is in our control, but result is something that is based on numerous factors and is beyond our control


“Everything you like I liked five years ago” 

Hanya itu kalimat yang dapat mewakili perasaan ini. Di saat aku lagi tertarik sama suatu hal, awalnya hampir nggak ada orang yang tertarik saat diajak ngobrol, namun tiba-tiba selang beberapa bulan atau tahun kedepan, orang-orang baru pada membahas hal tersebut karena sedang ramai dibicarakan. Contohnya saja, misalnya di tahun lalu aku sedang suka banget dengan karya-karya si musisi A, dan saat itu, hampir tidak ada yang suka bahkan tertarik dengan genre musik tersebut dan aku hanya bisa membahas dengan 1 atau 2 teman. Namun, selang beberapa bulan, boom! ramai, baru bilang kalau itu karya yang bagus. Hampir begitu terus siklusnya kalau diamati. Ada yang merasakan hal yang sama juga? Kenapa harus menunggu trend? Padahal kita bisa cari berbagai macam refrensi yang keren-keren lewat media apa aja apalagi sekarang udah zamannya digital. 


Berbicara tentang era digital, sangatlah jelas bahwa pengaruh sosial media sangat besar. Kalau scroll sosial media, aku sangat suka melihat orang yang membuat konten dengan memanfaatkan kreativitasnya serta potensi yang dimiliki karena mereka nggak sekedar membuat sebuah konten saja namun juga membawa banyak manfaat untuk orang lain yang menonton, bukan sekedar untuk mengejar ketenaran saja. 


Kalau dibilang mau terkenal, mau viral, mudah. Apalagi kita tinggal di Indonesia, yang menurutku mudah sekali untuk orang mendapatkan celah dalam mengejar apa yang dia mau dengan menggunakan segala cara, entah itu kebodohan, kebohongan, ataupun sensasi. Namun masalahnya, bukan itu kan yang seharusnya dikejar? Jujur, makin kesini, aku liat masih banyak sekali orang Indonesia dari generasi apapun, sering membuat konten yang tidak mendidik. Yang paling disayangkan, tidak sedikit orang yang menonton dan memberikan komentar. Mirisnya lagi, konten-konten seperti itu kebanyakan malah dijadikan highlight di televisi yang tentunya akan memiliki dampak besar terutama terhadap anak-anak yang belum bisa memilah mana konten yang bagus untuk di konsumsi. Tidak hanya konten di sosmed saja, acara di televisi pun hampir semuanya dapat terbilang tidak memiliki nilai-nilai edukasi. Coba dicerna kembali, jika anak-anak diracuni dengan hal yang tidak baik apalagi dalam jangka waktu panjang, tentunya akan membuat mereka terbawa arus dan hal tersebut akan menjadi suatu kebiasaan. Namanya anak-anak, pasti mereka akan meniru terhadap apa yang mereka lihat dan menurutku disitulah titik bahayanya. Jangankan anak-anak, generasi muda yang sudah berumur belasan tahun saja terkadang masih sulit untuk memilih mana tontonan yang sehat. Tentunya ini merupakan kasus yang sulit & rumit karena sudah mengakar dari masa ke masa, padahal pertanyaannya, ini sudah tahun berapa? Sekarang kita hidup di zaman apa sih? Menurutku, mengikuti trend yang ada itu bagus, asalkan kita bisa hidup dan berkembang di dalamnya, bukan malah tenggelam atau terbawa arus. 


"Menurutku, mengikuti trend yang ada itu bagus, asalkan kita bisa hidup dan berkembang di dalamnya, bukan malah tenggelam atau terbawa arus" 


Tentunya 2 hal tersebut memiliki makna yang sangat berbeda. Hidup dan berkembang di dalam trend berarti kita bisa memilah mana yang baik dan mana yang buruk. Nggak hanya itu saja, dengan adanya trend yang muncul pasti bisa mengasah jiwa kreativitas setiap individu dan disitulah tempat dimana kita bisa berkembang. Namun tidak bisa dipungkiri, masih banyak juga masyarakat yang tenggelam di dalam trend, hanya sekedar ikut-ikutan demi kesenangan sementara dan tidak tahu apa maksud dari trend itu sendiri. Kalau hal tersebut sudah menjadi suatu habbit, tentunya akan akan sulit untuk berkembang. Dari sudut pandangku, generasi muda harusnya bisa lebih pintar dan bijak untuk menyaring berbagai macam hal yang berkeliaran di internet. Kita juga harus bisa memilih manakah hal yang penting untuk kehidupan kita dan tidak lupa untuk berani mengingatkan antar sesama agar perlahan keluar dari budaya yang sekedar ikut-ikutan. Berani bersuara dan berani menantang terhadap budaya yang kurang baik sangatlah penting. Harapanku, hal tersebut dapat menjadi suatu perubahan yang lebih baik dan membuat generasi muda Indonesia satu langkah lebih maju serta nggak mudah untuk dibodohi. Pada akhirnya, It’s about quality, self-awareness, and team work. Berpikir kritis dan memiliki self awareness adalah modal utama untuk berubah menjadi lebih baik. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TV VS PUBLIC FIGURE VS PEMERINTAH VS MASYARAKAT

IT'S OKAY TO NOT BE OKAY